Gintama 2: Rules Are Made To Be Broken Movie Review (INA)
Waring: SPOILER EVERYWHERE
Seperti yang telah kita ketahui, Gintama dibuat oleh Hideaki Sorachi dan di terbitkan di Shounen Jump pada tanggal 8 Desember 2003 dan dibuat adaptasi animasi-nya pada tahun 2004, animasinya sendiri telah tayang selama 15 tahun lamanya. Menceritakan seorang samurai urak-urakkan bernama Sakata Gintoki yang menjalankan bisnis kerja serabutan bernamakan Yorozuya Gin-chan bersama Shimura Shinpachi dan seorang gadis kecil ras amanto bernama Kagura, ia menjalankan keseharian dengan kejadian lucu nan konyol bersama kedua rekan kecilnya. Tak jarang pekerjaanya ini kerap mempertemukan mereka kepada Shinsengumi, kepolisian Edo yang mana keseluruhan anggotanya sangat dibenci oleh trio Yorozuya. Selain kejadian lucu, pekerjaan serabutan ini juga kerap membawa mereka ke dalam pertempuran berdarah yang mana sangat membahayakan nyawa trio Yorozuya ini. Namun karenanya, Yorozuya menjadi sangat dikenang oleh seluruh penduduk Edo termasuk pemerintahan serta pemimpin Edo, Shogun. Selain memberikan adegan lucu dan sedih yang mana dapat membuat kita semua selaku penontonnya dapat tertawa dan menangis di saat yang bersamaan, Gintama juga kerap memberikan beberapa kata motivasi bagi penontonnya.
Plot twist Gintama ini telah menarik atensi Yuichi Fukuda, seorang sutradara yang telah menyutradarai beberapa film layar lebar di Jepang untuk membuat adaptasi Live Action dari Gintama ini. Pada Agustus 2017, film layar lebar Gintama yang merupakan adaptasi Live Actionnya ditayangkan untuk pertama kalinya di seluruh bioskop di Jepang. Menggaet aktor dan aktris ternama seperti Shun Oguri (Sakata Gintoki), Masaki Suda (Shimura Shinpachi), Kanna Hashimoto (Kagura), Ryo Yoshizawa (Okita Sougo) dan lain sebagainya, tentu menjadikan Gintama, khususnya para pemainnya masuk ke dalam nominasi penghargaan 30th Sports Nikkan Awards. Selain itu, kemunculan Live Action pertama dari Gintama yang mengadaptasi Benizakura Arc ini pun disambut antusias oleh para fans Gintama di seuruh dunia (tak terkecuali saya sendiri). Karena antusias penonton dan rating yang bagus, maka Yuichi Fukuda pun membuat edisi kedua dari Gintama Live Action yang diberi judul Gintama 2: Rules Are Made To Be Broken.
Nah, bagi anda yang penikmat Gintama, khususnya yang ngefans banget sama Shinsengumi, anda harus nonton film Gintama 2 ini karena alur plotnya sebagian besar fokus kepada kepolisian Edo yang kerennya bikin Fanboy/girling an selama film. Mengadaptasi cerita dari arc Shinsengumi Crisis, kembalinya Itou Kamotarou ke Shinsengumi menciptakan ketegangan tersendiri di kepolisian Edo tersebut khususnya kepada sang wakil ketua, Hijikata Toushirou. Bekerja sama dengan Kiheitai (dan sedikit bantuan dari Okita Sougo), Itou Kamotarou pun melancarkan rencananya untuk menyingkirkan Hijikata yang telah menjadi Otaku dan membunuh Kondou Isao guna menguasai Shinsengumi. Namun tentu saja, aksinya ini berhasil dipatahkan oleh trio Yorozuya yang mendapat request dari Hijikata untuk menyelamatkan Shinsengumi beserta Kondou Isao.
Pertarungan adu Katana serta pertumpahan darah di film ini tentu menjadi hal yang paling menarik dan yang paling dinanti-nantikan. Namun jujur, fokus saya dari film ini yaitu adegan kerja sama antara Sougo dan Kagura dalam pertarungan melawan pengkhianat Shinsengumi. Jikalau anda duduk di samping saya, mungkin anda akan terus menerus mendengar teriakkan fangirling saya selama adegan tersebut (Karena saya super duper mendukung mereka berdua beserta pemeran Live actionnya untuk menjadi pasangan Canon). Tapi tenang, secara plot saya pun merasa ketagihan dan membuat saya hendak kembali menonton untuk yang kedua kalinya karena memang BAGUS BANGET! Keaslian cerita tetap mereka pertahankan meski ada sedikit bumbu filler di sana, namun filler nya itu justru membuat alur semakin wah! dan semakin worth it untuk di tonton. Para pemerannya pun sangat mendalami peran mereka sehingga rasa nya pun dapat. Watak Pemalas Gintoki, Tsukkomi-nya Shinpachi, Sombongnya Kagura, Sablengnya Katsura dan lain sebagainya benar-benar dapet!
Selain fokus kepada Arc Shinsengumi Crisis, film Gintama 2 juga mengadaptasi sebagian adegan dari beberapa episode di animenya seperti adegan ketika Shogun hendak mencukur rambutnya, Shogun yang datang ke Cabaret bersama Katakuriko dan lain sebagainya. Dan film ini juga memasukkan adegan yang paling legend di Gintama, yaitu adegan Katsu-RAP! Pengalaman saya menonton kemarin, saat scene itu tiba, semua penonton mengikuti dan bernyanyi bersama Katsu-RAP. Itu benar-benar kocak sekaligus seru luar biasa. Sayang sekali ruangan bioskop sangat gelap, jadinya saya tidak bisa mengabadikan kejadian epic itu.
Dan akhir cerita film pun ditutup oleh lagu Daifuseikai milik Black Number. Semuanya menikmati dan tak ada yang beranjak sampai Lagu selesai diputar!
Baiklah, Mungkin itu saja review dari saya mengenai film Gintama 2: Rules Are Made To Be Broken. Semoga review yang saya tulis ini membuat anda semua yang belum nonton makin ngebet untuk menonton karena film ini super duper kudu wajib ditonton bagi anda semua penikmat karya nyeleneh Hideaki Sorachi ini. See you later.

Comments
Post a Comment